Bagi para penikmat dan pecinta kopi, nama kopi gayo sudah sangat akrab di telinga. Termasuk arabika gayo, yang saat ini telah diakui sebagai varietas kopi gayo terbaik didunia. Terutama dari pengamat asing dari anggota Specialty Coffee Association of Europe (SCAE). Mereka menyebut sebagai kopi terbaik dunia, mulai aroma sampai cita rasa yang luar biasa.

Tim SCAE yang berasal dari berbagai negara ini, mengaku kagum melihat kondisi Dataran Tinggi Gayo (DTG) yang merupakan daerah penghasil kopi Arabika terbesar di Indonesia. Bahkan, sebagian diantaranya sempat menikmati beberapa gelas kopi arabika.

Salah satu pengakuannya adalah, rasa kopi arabika gayo yang khas. Berupa aroma buah-buahan dan terasa lembut. Sehingga patut dikatakan sebagai kopi dengan kualitas terbaik di dunia.

Keunggulan Kopi Gayo dengan Kopi Lainnya

kopi gayo terbaik

 “Kopi arabika yang kita minum ini sudah sangat nikmat, apalagi kalau kopi luwak, saya rasa sudah sangat luar biasa,” aku Colin Smith melalui seorang penerjemah.

Saat ditanyai kesan pertama selama menempuh perjalanan dan kunjungan di Aceh Tengah. Colin Smith mengaku sangat terkesan karena semua yang ia dapati berbeda jauh dengan suasana di negara asalnya. “Kesan saya, semua serba berbeda dari Inggris, berbeda dengan suasana di Eropa. Ujar ketua rombongan yang juga mantan presiden SCAE ini.

Baca juga : Daya Tahan Tubuh bisa ditingkatkan dengan minum kopi? serius?

Sedangkan Sergiy Reminny asal Ukraina juga tampak menikmati kopi Gayo, bahkan ia tidak pernah menolak setiap kali ditawari. Bahkan saat ditanya perbandingan cita rasa kopi Gayo terbaik dengan kopi yang berasal dari negara lain. Misalnya Brazil, Reminny memberikan penlaian lain. “Jadilah diri sendiri. Jangan banding-bandingkan,” ujarnya sambil meneguk kopi yang dihidangkan buat dirinya beserta rekan-rekannya.

Memperkenalkan Kopi Gayo Terbaik Pada Dunia

Di tempat terpisah, Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM. Mengatakan, kehadiran Tim SCAE ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan lebih jauh kopi arabika Gayo. Tentunya dari hasil kunjungan ini, permintaan kopi arabika Gayo, akan lebih meningkat di pasaran Eropa. “Ketika permintaan meningkat, tentunya harga kopi arabika Gayo semakin membaik dan petanikita juga ikut sejahtera,” kata Nasaruddin.

Sementara itu, dalam kunjungan tim SCAE selama beberapa hari, di antaranya mengungunjungi pabrik kopi Baburrayan di Kecamatan Pegasing. Para pebisnis kopi ini, juga sempat menikmati pemandangan alam dari kawasan Pantan Terong.(my)

Referensi dan sumber :

https://www.kompasiana.com : Mengapa Kopi Gayo dari Aceh Jadi Kopi Termahal di Dunia 

sasamecoffee.com : Mengenal Karakter dan Rasa Kopi Gayo | Sasame Coffee

id.wikipedia.org : Kopi gayo – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

http://aceh.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here